Movie Review
Information about film, movie and products related to entertainment.
 

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Monday, 31 March 2008
Cheaper by the Dozen 2
Apa jadinya jika dua keluarga yang memiliki banyak anak bersaing di Labor Day family competition? Pasti heboh dah seru banget! Yap, sequel dari film Cheaper by the Dozen ini disutradarai oleh Adam Shankman yang juga me menyutradarai film The Pacifier (Sudah baca nonton atau review film The Pacifier yang aku tulis sebelumnya kan?). Film ini tidak kalah lucu dengan The Pacifier, ditambah lagi ada bintang-bintang Hollywood yang keren2 dan pasti sudah kamu kenal seperti Steve Martin, Bonnie Hunt, Hilary Duff (Material Girls), Piper Perabo, and Tom Welling (Smallvile, yg jadi Superboy).

Ceritanya setelah Lorraine (Hilary Duff) lulus SMA, Tom sebagai kepala keluarga Baxer berfikir perlu mengadakan liburan keluarga bersama ke rumah danau mereka. Parah banget rumah danau yang mereka punya, jangan bayangkan dech seperti rumah danau milik Alex dan Kate di film The Lake House. Rumah danau mereka tua dan jelek banget. Anak-anak keluarga Baxer sudah pada dewasa, putri sulung mereka, Nora (Piper Perabo) yang sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Houston sedang hamil, anak kedua mereka Charlie (Tom Welling) dan Lorraine juga pasti meninggalkan mereka. Lagipula sudah lama sekali sejak Tom tidak bertemu dengan musuh bebuyutannya Jimmy Murtaughs (Eugene Levy), sehingga mereka berfikir untuk perlu mengikuti kompetisi keluarga siapa yang yang lebih hebat. Oh ya, keluarga Baxer mempunyai 12 anak, sedangkan keluarga Murtaughs mempunyai 8 anak.

Maksud hati Tom mengajak keluarganya berlibur di rumah danau sambil kemping tidur di tenda, tapi pada kenyataannya cuma Tom dan istrinyalah, Kate Baker (Bonnie Hunt) yang tidur di tenda berdua semalaman. Sedangkan anak-anaknya pada tidur di dalam rumah ;p Mungkin pikir anak-anak mereka "Hare gene masih tidur di tenda? ;p" Hehehe... Tidak seru juga kalo tidak ada kekacauan yang dibuat kedua keluarga tersebut. Mulanya kedua keluarga masing-masing sangat kompak, anak-anak keluarga Baxer mengerjai Keluarga Murtaughs dan sebaliknya juga gitu. Tetapi lama kelamaan keadaan berubah, anak-anak keluarga Baxer dan Murtaughs justru bisa berteman akrab. Elliot Murtaugh (Taylor Lautner) dan Sarah Baxer (Alyson Stoner) saling jatuh cinta, Charlie dan Anne Murtaughs (Jaime King) juga akrab dalam membicarakan rencana masa depan mereka masing. Sebenarnya yang punya masalah adalah kedua orang dewasa tersebut, antara Tom dan Jimmy.

Puncaknya setelah terjadi konflik internal di keluarga Baxer akibat insiden Tom memata-matai putrinya Sarah berkencan dengan Elliot nonton di bioskop, hampir seluruh anak-anak keluarga Baxer tidak mau ikut dalam kompetisi tersebut. Keajaiban terjadi ketika anak-anak keluarga Baxer mengejar tikus yang ternyata tikus tersebut telah mencuri barang-barang kesayangan mereka. Mereka pun menemukan semacam spanduk kenangan keluarga Baxer, dan akhirnya mereka sekeluarga memutuskan untuk ikut menyusul dalam kompertisi keluarga. Sudah bisa dipastikan, pasti keluarga Baxer dan Murtaugh yang paling hebat (ya iyalah, jumlah anggota keluarga mereka banyak dibandingkan kontestan lain rang rata-rata berjumlah 4 orang dalam keluarga).

Pada saat game terakhir untuk menentukan siapa pemenangnya antara keluarga Baxer dan Murtaugh, diadakan kompetisi canoe yang harus diikuti seluruh anggota keluarga, tanpa pengecualian. Tom merasa itu tidak mungkin dan memutuskan untuk menyudahi game sampai disini, karena Nora sedang hampil 9 bulan. Tetapi Nora bersikeras untuk ikut, ia merasa sebagai pregnat mom yang kuat ;p Bener saja, ditengah perlombaan air ketuban Nora pecah dan ia merasa akan segera melahirkan. Tom meminta tolong pada keluarga Murtaugh agar membantunya karena Nora akan segera melahirkan. Mulanya Jimmy bersikeras ingin memenangkan perlombaan ini dan membiarkan apa yang terjadi pada Baxer, tetapi satu persatu anggota Murtaugh melawannya dan membantu Baxer, mereka tidak suka punya ayah yang egois. Akhirnya Jimmy pun mengalah dan ikut membantu Baxer cs membawa Nora ke rumah sakit terdekat. Hebohnya di rumah sakit saat perawat mengatakan bahwa yang dapat menemani Nora cuma keluarganya, tetapi mereka semua adalah anggota keluarga (^_^ hehehe... baru tau dia kalau keluarganya saja sudah seperti bedol RT) tapi yang boleh diijinkan masuk cuma beberapa saja antara lain suaminya Nora, Bud McNulty (Jonathan Bennett), Kate, dan Lorraine yang diminta sebagai ibu baptis dari anaknya Nora.

Saat menunggu kelahiran itulah, Anne Murtaugh memberitahu ayahnya bahwa ia akan keluar dari Universitas Harvard, sedangkan Charlie memberitahu ayahnya Tom bahwa ia akan membuka bengkel. Jimmy tidak setuju dengan keputusan Anne, tapi istrinya Sarina (Carmen Electra) menyuruhnya untuk sekali-kali mendengarkan apa yang diinginkan oleh anak-anaknya sendiri, dan akhirnya Jimmy pun setuju jika anaknya juga bahagia. Endingnya, bayi laki-laki yang dilahirkan Nora diberi nama Tom karena Nora dan Bud kagum kepada ayahnya yang mengajarkan tentang banyak sekali pelajaran tentang hidup. Malam harinya, Tom dan Kate berdansa berdua di dermaga, romantis banget. Anak-anak mereka melihat dengan senyum dan tertawa di balik jendela. So sweet... Lagu penutupnya diisi oleh Maroon 5 dengan Sunday Morning. I love this song very much! Makes me strong dan bersemangat lagi!

Bakers
-----------
- Tom Baker (Steve Martin)
- Kate Baker (Bonnie Hunt)
Anak-anak:
- Nora Baker-McNulty (Piper Perabo)
- Charlie Baker (Tom Welling)
- Lorraine Baker (Hilary Duff)
- Sarah Baker (Alyson Stoner)
- Henry Baker (Kevin G. Schmidt)
- Jake Baker (Jacob Smith)
- Kim Baker (Morgan York)
- Mark Baker (Forrest Landis)
- Jessica Baker (Liliana Mumy)
- Mike Baker (Blake Woodruff)
- Kyle Baker (Shane Kinsman)
- Nigel Baker (Brent Kinsman)
Menantu:
- Bud McNulty (Jonathan Bennett)


Murtaughs
-----------------
- Jimmy Murtaugh (Eugene Levy)
- Sarina Murtaugh (Carmen Electra)
Anak-anak:
- Calvin Murtaugh (Shawn Roberts)
- Anne Murtaugh (Jaime King)
- Daniel Murtaugh (Robbie Amell)
- Becky Murtaugh (Melanie Tonello)
- Eliot Murtaugh (Taylor Lautner)
- Linda Murtaugh (Courtney Fitzpatrick)
- Robin Murtaugh (Madison Fitzpatrick)
- Kenneth Murtaugh (Alexander Conti)


Labels:

posted by Brillie 10:38   3 comments
 
3 Comments:
  • At 31 March 2008 11:32, Blogger rizky said…

    eMang disini banyak Info tentang Dunia perFilman.....! kapan ya bisa nonton bareng ama Brillie!!!!! kayaknya asyik ya

     
  • At 31 March 2008 11:40, Blogger whyu said…

    kalo yang ini aku udah nonton, plus seri yang sebelumnya. iya nih, berantem kok ngajak anak turunnya... he..he..

     
  • At 31 March 2008 19:39, Blogger Brillie said…

    to rizky --> hayuk nonton, tapi biasanya kalau aku nonton kebanyakan diem. Hehehe...

    to whyu --> tul banget, tapi seru yach. Jarang" loh orang bule punya anak banyak. Kalau di Indonesia mah itu udah biasa

     

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Click
Film ini nggak terlalu bagus (menurutku), hmm.. iya banget. Tapi pesan moral yang terkandung di dalamnya jangan diremehkan. Film ini menceritakan tentang seseorang yang terobsesi dengan pekerjaannya, melupakan keluarganya, kesehatannya, lari dari masalah, pola hidup dan makan yang buruk, tidak ingin merasakan rasa sakit yang selalu diderita oleh manusia dan sebuah remote TV. Ada yang pernah mengalami itu semua, mungkin setelah menonton film ini ada yang tergugah hatinya untuk segera 'kembali ke jalan yang benar'. Hehehe...

Cerita dimulai ketika Michael Newman (Adam Sandler) bertengkar dengan istrinya Donna (Kate Beckinsale) hanya karena maslah remote TV. Michael pun pergi dari rumah dan menemukan sebuah toko (Bed, Bath and Beyond) diantara toko-toko lain yang sudah tutup. Di toko tersebut Michael pun bertemu Morty yang memberikannya sebuah remote yang ternyata itu bukan remote biasa. Kegunaan remote itu sangat banyak, Michael menyetelnya untuk mempercepat dalam hal sickness, sexual intercourse, showering, traffic, arguments with Donna, dan promotions untuk pekerjaannya.

Michael pertama kali mempergunakan keampuhan remotenya tersebut untuk menghindari wasting time pada saat mandi dan kemacetan di jalan. Sesampainya di kantor, bosnya bercerita bahwa suatu hari nanti Michael akan menjadi CEO di perusahaan tempatnya bekerja, dan tanpa diduga tau-tau Michael sudah berada di tahun 2017 dan menjadi CEO. Kabarnya bosnya yang dulu meninggal karena bunuh diri. Ia terbangun dan melihat dirinya di cermin, betapa jelek dan gendut dirinya sekarang. Michael pun ke rumahnya yang dulu untuk menemui Donna, dan ternyata menemukan Ben anaknya sama gendutnya seperti dirinya suka makan junkfood dan bermalas-malasan di depan TV. Ia tidak tau ternyata dirinya telah bercerai dengan Donna dan Donna menikah dengan Bill (Sean Astin), guru renangnya Ben. Itu semua akibat Michael meninggalkan keluarganya demi pekerjaannya, bahkan hingga 10 tahun berlalu rumah pohon yang dijanjikan Michael kepada anak-anaknya pun belum selesai dibangun. Karena kesalnya Michael pun bertengkar dengan Bill, tapi tentu saja Donna membela Bill karena Bill sekarang suaminya. Anjingnya Sundance juga ikut membela dengan cara menyerang Michael secara tiba-tiba. Pada waktu itu rencananya Michael ingin langsung pergi ke tahun 2023, tapi gagal karena Suncance sudah lebih dahulu menyerangnya hingga Michael jatuh dan kepalanya terbentur. Michael terbangun 6 tahun kemudia saat mendengar suara Donna dan menemukan dirinya tidak lagi obesitas karena telah menjalani beberapa kali operasi sedot lemak. Michael juga divonis menderita kangker.

Ketika terbangun untuk kesekian kalinya, Michael sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan putra sulungnya Ben. Michael kaget karena Ben juga tidak gemuk lagi seperti dirinya, ia mengira Ben juga menjalani operasi sedot lemak, nyatanya Ben menjadi kurus kembali karena sering olahraga bersama Bill. Michael akhirnya mengetahui siapa Morty sebenarnya, ia adalah Malaikat kematian (malaikat pencabut nyawa mungkin) ketika diberitahu bahwa Ayahnya Michael, Theodore K. "Ted" Newman (Henry Winkler) meninggal. Michael pun kembali ke masa terahir ia melihat ayahnya. Saat itu Michael merasa seperti orang yang paling berdosa di seluruh dunia karena telah mengecewakan dan membentak ayahnya. Menyesal pun tiada berguna, semua tidak sudah terjadi dan remote tersebut tidak bisa untuk mengembalikan ke masa lalu juga Morty tidak dapat menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.

Michael tiba-tiba berada di tahun 2030 menghadiri acara pernikahan anaknya Ben dengan Judy. Pada saat sedang diadakan dansa, Samantha anak keduanya memangil Bill dengan sebutan 'Dad'. Kalo di negeri orang bule sana, panggilan 'Dad' itu menunjukkan tingkat keakraban dan kasih sayang anak kepada ayahnya. Panggilan itu lebih tinggi tingkatannya daripada cuma dipanggil nama atau father. Siapa yang nggak terhenyak mendengar anak kandungnya memanggil dengan kata tersebut kepada orang lain. Michael pun terjatuh dan pingsan terkena serangan jantung. Saat terbangun ia sudah berada di sebuah kamar di rumah sakit. Ben dan Judy tidak jadi berbulan madu akibat insiden tersebut. Saat Ben dan Samantha pergi meninggalkannya, Michael berusaha menyusul mereka. Morty sudah memperingatinya agar jangan kemana-mana karena itu bisa membahayakan hidup Michael. Tapi Michael nekad, ia cuma ingin memberitahu Ben bahwa keluarga itu prioritas utama daripada pekerjaan. Jangan sampai suatu saat ia menjadi seperti dirinya di masa depan.

Tertatih-tatih Michael berjalan menyusul Ben, hujan-hujanan pula. Hingga akhirnya Michael terjatuh sambil berteriak memanggil-manggil Ben. Untungnya sebelum masuk mobil Ben melihat ayahnya. Di saat-sata terakhir ia mengatakan kepada Ben bahwa keluarga yang terpenting, pergilah berbulan madu. Sedangkan kepada Donna, ia memberika secarik kertas yang isinya "forever and ever babe". Ugh.. so sweet. Tapi masih sempat"nya Michael memberikan jari tengahnya kepada Bill tapi kemudian menggantinya dengan tanda OK. Mungkin maksudnya agar Bill menjaga Donna. Habis gitu Michael mati dech... Hiks :'(

Tapi itu bukan ending dari film ini, endingnya gimana? Nonton sendiri aja dech. Hehehe... yang pasti niy film happy ending kok ^_^

Labels: , , ,

posted by Brillie 10:38   1 comments
 
1 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


My Super Ex-Girlfriend
Punya pacar seorang superhero siapa bilang enak? Tanya aja tuh sama Matt (Luke Wilson) yang mempunyai pacar Jenny (Uma Thurman) dan ternyata seorang pahlawan super G-Girl. Apalagi kalau pacarnya itu possesif, aggressive, dan suka menyakiti. Wahh... pasti cowok-cowok nolak, nggak deh.

Ceritanya simple aja, Matt sebenarnya suka sama Hannah tapi sepertinya Hannah (Anna Faris, yang main di Scary Movie 4), nggak suka sama sama Matt dan Hannah sendiri sudah punya pacar namanya Steve (Mark Consuelos). Akhirnya Matt mencoba pacaran sama Jenny. Tapi apa yang terjadi setelah Matt tahu segalanya bahwa Jenny seorang superhero? Sifat asli Jenny kelihatan, terlebih lagi ketika Matt memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Jenny dan lebih memilh Hannah. Wah.. semakin menjadi-jadi deh Jenny menyakiti Matt (makanya hati" sama cewek yang lagi cemburu ^_^). Jenny bahkan melempar Matt dan Hannah yang ketahuan lagi berduaan di kamar dengan ikah hiu yang besar banget. Busyet dah!

Sementara itu, Professor Bedlam (Eddie Izzard) musuh bebuyutan G-Girl yang dari dulu terobsesi untuk menghilangkan kekuatan G-Girl menyiapkan rencana besar dengan memanfaatkan Matt yang terus disakiti oleh Jenny. Prof. Bedlam menyiapkan batu (seperti batu meteor) yang dapat menyerap seluruh kekuatan G-girl. Sehingga kekuatan G-girl dan G-girl menjadi manusia biasa kembali. Jenny yang mengetahui persekongkolan itu pun semakin marah kepada kedua pria tersebut, hingga akhirnya pertarungan hebat pun terjadi. Jenny atau G-girl pun hampir kalah karena batu tersebut menghisap energinya terlalu banyak. Pada saat Hannah mencoba melindungi Matt, dia terjatuh (pada saat itu pertarungannya berlokasi di roof apartemen Matt). Hannah mati? ya enggak lah... justru Hannah mendapatkan kekuatan yang sama seperti Jenny ketika remaja dulu. Yap! Hannah menjadi superhero juga. Ia pun berbalik melawan Jenny demi membela Matt.

Hingga mereka sampai di catwalk yang pada saat itu sedang diadakan fashion show (mereka bedua, Hannah dan Jenny_ bertarung di atas catwalk. So pasti penonton di situ yang tadinya menyaksikan acara fashion show berubah menjadi acara wrestling dan terheran-heran ada dua superhero yang saling bertarung. Walaupun superhero, tapi kalo cewek mah dimana-mana gaya berantemnya sama, sukanya jambak-jambakan rambut ^_^.

Akhirnya Matt menghentikan kegilaan mereka berdua dan menjelaskan bahwa sebenarnya mereka tidak perlu bertengkar. Matt pun menjelaskan kepada Jenny bahwa ada seseorang yang jauh lebih mencintai Jenny daripada dirinya, yaitu Prof. Bedlam. Ya, prof. Bedlam yang mempunyai nama asli Barry Edward Lambert dulunya adalah pacar Jenny waktu remaja. Setelah jadi superhero, Jenny meninggalkannya. Barry menjadi sakit hati dan sejak itulah dia berfikir mungkin gara-gara punya kekuatan super Jenny jadi meninggalkannya, jadi jika kekuatannya hilang mungkin Jenny bisa kembali padanya. Barry masih mencintai Jenny seperti dulu, Jenny pun akhirnya luluh dan menghentikan pertarungan mereka. Para penonton fashion show yang tadi berubah jadi acara wrestling seperti WWF bersorak dan memberikan tepuk tangan meriah menyaksikan akhir yang bahagia itu.

Endingnya, Matt pacaran sama Hannah sedangkan Barry dengan Jenny. Mereka berdua (Hannah dan Jenny) menjadi kompak sebagai superhero. Sedangkan para cowok-cowok itu, cuma bisa tersenyum pada saat kedua superhero yang cantik tersebut terbang meninggalkan mereka saat ada panggilan tugas :) Film ini masuk Box Office, tapi aku nggak terlalu suka sama film ini soalnya ceritanya aneh. Hehehe... Terlalu menghayal tapi aku tidak bisa ikut menghayal. Beda sama film Accepted dan Harry Potter. Film khayal tapi seolah-olah penonton terbius dan sedang berada di dalamnya.

Labels: , ,

posted by Brillie 10:37   0 comments
 
0 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Saturday, 29 March 2008
The Devil Wears Prada
The Devil Wears Prada, film yang dibintangi oleh Meryl Streep dan Anne Hathaway banyak menuai kata 'kecewa' bagi orang yang telah menontonnya. Tapi seberapa kecewanya kah orang-orang itu terhadap film ini? Apakah kamu tau maksud dari judul film ini 'The Devil Wears Prada'? Kalau nggak nonton sendiri filmnya memang nggak tau apa maksudnya. Ini bukan film horor yang mengisahkan ada setan dari neraka memakai produk 'Prada', itu cuma kiasan. ^_^ Tapi lebih tepatnya Drama film tentang fashion dan mengajarkan kepada para cewek untuk lebih bersyukur dan menjadi dirinya sendiri, apa adanya.

Andrea 'Andy' Sachs (Anne Hathaway) seorang jurnalis lulusan Northwestern University yang melamar menjadi junior personal assistant dari Miranda Priestly (Meryl Streep). Karya tulis Andy banyak sekali dan 'berbobot' semasa dia kuliah dulu. Miranda adalah bos dari majalah fashion Runway yang terkenal. Banyak gadis rela mati demi pekerjaan yang dilamar Andy.

Andy pun diterima bekerja. Pada awal dia bekerja, bawaannya stress mulu karena sering melakukan hal-hal yang tidak becus di mata Miranda. Emily Charlton (Emily Blunt), personal assistant juga sama dengan dirinya tetapi Emily lebih senior juga menyindir sinis dengan gaya berpakaian Andy. Tapi bukan Andy kalau dia tidak bisa kuat bertahan. Untungnya ada Nigel (Stanley Tucci) seorang art director untuk Runway yang membantunya dalam merubah penampilan 'ndeso' Andy. Andy mendapatkan banyak free designer clothing dan accessories dari Niel. Woww.. gila banget, keren" baju, sepatu, tas dan semuanya merk terkenal! Nggak heran kalau emang banyak gadis yang menginginkan pekerjaan ini. Pagi harinya saat Emily dan Miranda melihat ada perubahan pada Andy, seakan-akan tidak percaya, Andy jadi lebih sylish. Pacarnya Andy, Nate (Adrian Grenier) pun pangling dibuatnya.

Pekerjaan yang dilakukan Andy semakin lama semakin baik, terlebih lagi ketika Andy berhasil menyelesaikan tugas yang tidak mungkin yang diberikan Miranda kepadanya yaitu mendapatkan manuskrip Harry Potter untuk kedua putrinya. Untungnya ada Christian Thompson (Simon Baker), penulis artikel untuk majalah yang telah membantunya. Miranda pun mulai menyukai Andy dan melupakan Emily. Puncaknya ketika pekerjaan yang biasanya dilakukan Andy (menyimpan tas dan mantel milik Miranda, membawakan Miranda kopi, dan mengambil barang-barang ini dan itu yang diminta Miranda) sekarang dilakukan oleh Emily. Semula yang akan diajak ke Paris oleh Miranda untuk menghadiri fall fashion shows adalah Emily berubah menjadi Andy. Awalnya Andy ingin menolak karena dia tahu betul bahwa Emily sangat menginginkan pergi ke Paris bersama Miranda sejak berbulan-bulan lalu. Emily sampai diet ketat agar bisa memakai gaun" mewah ke Paris. Belum sempat Andy memberi tahu tentang kabar itu, Emily mendapatkan musibah. Ia mengalami kecelakaan, kakinya harus di gips dan wajahnya penuh luka. Emily sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Nate yang mengiria Andy akan melepaskan pekerjaannya menjadi kecewa. Yah, Andy sedang terlibat dengan cinta sesaat dengan Christian, itu sebabnya dia seperti tidak menjadi Andy yang dulu dikenal Nate. Akhirnya Nate dan Andy putus pada malam sebelum keberangkatan Andy ke Paris.

Ending dari film ini, Andrea memutuskan untuk keluar dari Runway dan memberikan semua baju"nya yang dipakainya di Paris kepada Emily. Nate dan Andrea berbaikan kembali, tetapi mereka harus menghadapi hubungan jarak jauh karena Nate diterima sebagai sous-chef di sebuah restoran terkenal di Boston. Andrea pun mendapatkan pekerjaan baru sebagai reporter sebuah surat kabar di New York, pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang selama ini disukainya. Ia juga kembali ke penampilannya semula, yang biasa-biasa saja. Miranda sendiri bagaimana? Yah, dia masih tetap menjadi BOS di Runway dan melakukan pekerjaannya seperti biasa.

Miranda sebenarnya baik, dia bersikap judes dan disiplin agar bawahannya menghormatinya. Kalo aku menilai sich, memang penampilan itu penting. Di kota-kota besar, penampilan nomor satu. Memang benar, seseorang dapat dinilai dari penampilannya. Jadi walaupun orang tersebut kaya raya tetapi gaya berbusananya payah, orang tersebut tidak akan dihormati. Habis nonton itu aku jadi ngaca, ternyata gaya berbusanaku juga payah banget! Kalo menurutku sih, orang harus berbusana ya... situasional aja. Jangan sok idealis, kalau di pantai ya pakai bikini ;p, kalau mau dihormati makan di restoran ya pakai pakaian yang layak (walau pesennya cuma nasi tempe penyet), kalau mau party ya pakai gaun jangan baju kerja, dsb. Selain gaya berbusana dan makeup dari film itu yang bisa dicontek oleh para kaum hawa, suasana perkotaan di New York aku suka banget! Pingin deh rasanya di kota bisa jalan kaki, rame-rame di trotoarnya. Beda sama di Indonesia! Kalau di sini trotoarnya buat JUALAN-JUALAN bukan JALAN-JALAN. Huwhh... :(

Labels:

posted by Brillie 01:23   3 comments
 
3 Comments:
  • At 29 March 2008 11:42, Blogger rizky said…

    Di sini banyak Info tentang Film ya....

     
  • At 31 March 2008 09:06, Blogger Permana Jayanta said…

    Devil wears prada tuh film yg aku suka banget. Rasanya gak kecewa kok nontonnya. Karena memang waktu baca judulnya aku ga ngerti maksud filmnya tapi setelah nonton baru ngerti. Mungkin karena ada si anne hathawaynya aku jadi suka ... tapi jalan ceritanya juga bagus kok. Rasanya belum pernah denget orang yg bilang gak suka film ini. Btw, ulasannya bagus lho bril, kok pinter km cari kata-kata ya ...

     
  • At 31 March 2008 19:40, Blogger Brillie said…

    to permana --> aku barusan aja kok per jadi movie holic. Gara" nggak ada kerjaan di rumah, TA juga jalan di tempat makanya ini kerjaanku sekarang. Hehehe,.

     

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Thursday, 27 March 2008
CJ7
Lagi-lagi Stephen Chow mengeluarkan film komedy yang ada hikmahnya. Berlatar belakang kehidupan nyata yang terjadi di China, sungguh susah keadaannya. Ti (Stephen Chow) bekerja sebagai kuli bangunan, ia dan anaknya Dicky (Xu Jiao) tinggal di sebuah rumah yang setengah mau runtuh (sudah dipugar tapi belum rata jadi tanah). Sepulang kerja, dia selalu ke tempat pembuangan sampah. Kalau di Indonesia seperti pemulung gitu. Ia mencari barang-barang yang sekiranya masih layak pakai tapi sudah rusak, seperti kipas angin. Ti mencoba membetulkannya tetapi kebanyakan sih gagal. Walaupun miskin, tetapi mereka selalu beryukur dengan apa yang diberikan Tuhan.

Suatu hari, Dicky minta dibelikan mainan karena dia iri melihat teman"nya mempunyai mainan. Ti yang tidak mempunyai uang tidak bisa berbuat apa". Ti pun marah kepada anaknya karena tidak mau mengerti tentang keadaan dirinya. Tapi diam-diam Ti mencari sesuatu, berharap mendapatkan mainan untuk diberikan kepada anaknya di tempat pembuangan sampah. Mainan itu ternyata adalah alien. Dicky pun menamakannya CJ7 dan menganggapnya hewan peliharaan layaknya anjing. Alasan Ti tidak bisa kaya karena uangnya habis untuk membiayai Dicky masuk ke sekolah swasta. Walaupun miskin, tapi Ti ingin mendapatkan pendidikan yang baik, layak dan bagus untuk anaknya. Duh, bapak yang baik yach. Tidak seperti sebagian besar masyarakat di Indonesia. Miris banget, pendidikan di Indonesia kurang dianggap sebagai prioritas utama. Masih banyak orang tua yang menomer duakan pendidikan untuk anaknya.

CJ7 sangat lucu. Tubuhnya bulat, kecil dan berbulu. Dicky menganggap CJ7 adalah teman yang hebat, ada adegan yang memperlihatkan bahwa CJ7 sangatlah hebat, tapi sebenarnya itu hanyalah khayalan Dicky belaka. Sebenarnya CJ7 itu sangat lemah, kelebihannya di dapat memperbaiki sesuatu dengan kekuatan yang dimiliki. Hal itu terbukti ketika Ti dinyatakan meninggal, CJ7 menyembuhkannya dengan memberikan seluruh energi yang dimilikinya. Ti sadar dah hidup kembali, tapi sebagai gantinya CJ7 mati dan berubah menjadi boneka kecil mirip gantungan kunci.

Berbulan-bulan mereka mencoba menghidupkan kembali CJ7, masih tidak percaya bahwa CJ7 telah mati. Hikss.. aku bisa merasakan perasaan itu, sedih banget. Tapi bukan filmnya stephen chow kalau endingnya nggak bahagia. Di akhir film muncul ratusan alien seperti CJ7 dengan berbagai warna dan semua lucu-lucu. Duh.. siapa pun pasti ingin memiliki hewan berbulu itu. Oh ya, Pemeran Dicky sebenarnya perempuan lho bukan laki-laki. Saksikan sendiri deh filmnya, dijamin ngakak terus. Ada adegan perang antara Ti dan Dicky melawan puluhan kecoa, menjijikkan tapi seru.

Labels:

posted by Brillie 22:23   3 comments
 
3 Comments:
  • At 28 March 2008 09:42, Blogger rizky said…

    Kalo nonton film, Stephen Chow ajak-ajak dunk soalnya aQ pengemar berat Stephen Chow......

     
  • At 29 March 2008 01:38, Blogger Brillie said…

    Hehehe... ya, aku juga penggemarnya Stephen. Habis filmna lucu" sich. Next time dech, bisa diatur tuh kapan bisa nonton bareng. ^_^

     
  • At 16 May 2008 15:46, Anonymous Luis said…

    Punya Film Steven Chow yang lain ga?

    FBSC ni gw!

     

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Material Girls
Film ini menceritakan tentang 'kebaikan' gadis-gadis dari keluarga kaya raya. Tanzania "Tanzie" Marchetta (Hilary Duff) dan Ava Marchetta (Haylie Duff) mewarisi perusahaan kosmetik ayahnya. Awalnya kehidupan mereka normal-normal saja layaknya gadis kaya pada umumnya, pergi shopping, kencan, dsb. Namun suatu hari kehidupan mereka berangsur-angsur memburuk. Pada saat mereka menghadiri acara amal, tiba-tiba saja ada siaran televisi yang mengatakan bahwa ada gadis yang kosmetik Marchetta yang mengalami iritasi berat pada kulitnya. Kulitnya sangat parah, sehingga untuk menutupi skandal itu perusahaan Marchetta harus bertanggung jawab membiayai operasi pengobatan pemulihan kulit. Tidak hanya itu, produk mereka ditarik dari pasaran.

Mereka stress berat, tidak berani keluar rumah untuk sementara karena banyak sekali komplain dari masyarakat. Rumah mereka dilempari, dicaci maki, dan puluhan wartawan menunggu untuk dimintai konfirmasi. Saat itulah keadaan buruk dimulai, mereka tidak sengaja membakar rumah mereka sendiri. Secepatnya mereka pergi dengan pakaian seadanya dan beberapa perlengkapan yang menurut mereka penting. Woww... masih sempat"nya mereka membawa pakaian yang bagus. Untungnya Inez mau menampung mereka. Inez adalah pembantu rumah tangga sewaktu mereka belum bangkrut.

Mereka berdua titawari untuk menjual perusahaan kepada kompetitor terbesar mereka Fabiella sebesar $60 million dollars, masing-masing dapat setengah. Bagi gadis yang sudah terbiasa hidup tercukupi dan serba lebih, menjadi 'miskin' adalah hal yang tidak biasa. Belum lagi keadaan yang terus menerus semakin memburuk. Selain kehilangan rumah, mereka juga kehilangan mobil mewah, Tanzie masuk penjara karena kedapatan mau mencuri arsip dan sebagai jaminannya Ava menggadaikan jam kesayangan Alm. ayahnya, Ava pun juga dicampakkan oleh tunangannya. Duh.. nggak membayangkan dech, kalau aku jadi Ava pasti sudah down banget dan mau bunuh diri.

Tapi bukan film namanya kalau tidak ada hal-hal 'baik' di dalamnya. Ada cowok-cowok yang suka pada mereka dan menerima mereka apa adanya (setelah mereka jadi miskin) dan bersedia membantu untuk membuktikan bahwa produk kosmetik buatan Victor Marchetta adalah produk yang aman. Heran deh, walaupun mereka 'miskin', tetep aja dandan dan pakaian mereka bagus".

Ternyata setelah diselidiki, perempuan yang mengaku bahwa kulitnya rusak setelah memakai kosmetik Marchetta hanya bohong belaka. Ada seseorang yang membayarnya untuk memberikan keterangan palsu di media, tak lain tujuannya untuk menjatuhkan perusahaan kosmetik Marchetta. Dalang di balik semua ini ternyata adalah pamannya sendiri. Wah, tega banget sich. Biasalah kalo sudah terbius uang, bisa membutakan segalanya. Bahkan tidak lagi mengenal yang namanya keluarga. Akhirnya semua terbukti, pamannya lalu terbukti bersalah dan dipecat. Endingnya, Ava menjadi CEO dari perusahaan kosmetik Marchetta dan Tanzie menjadi lab technician, karena Tanzie suka dan paham banget dengan hal" yang tentang kimia.

Ini film pertama bagi Haylie dan Hilary tampir bersama. Nonton ini kalau ada waktu luang yach, buat para cewek bagus nich. Ada tips" yang diberikan Tanzie seputar kecantikan secara implisit di film ini. Kamu juga bisa mencontek gaya dandanan mereka (tapi tidak gaya berbusananya yach!). Kalau dipake di Indonesia, hati-hati bisa kena cekal. Hehehe...

Labels:

posted by Brillie 22:17   2 comments
 
2 Comments:
  • At 29 March 2008 01:35, Anonymous Anonymous said…

    klo diliat dari previewnya n meskipun ni film termasuk film lama.. kayaknya aku harus nonton ini film deh.. cerita sederhana tp asik sih kayaknya... apalagi ada si Hillary, yang bikin aq gemeesss..
    Thx ya mbak brily.. dah nge-review ni film..
    tetep nge-review yah...
    -caw-

     
  • At 29 March 2008 01:40, Blogger Brillie said…

    Makasih yach donnie. Banyak kok cowok yang berimajinasi bisa pacaran ama Hillary, hehehe... (gak heran kalo emang beneran dia co' normal)

     

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Wednesday, 26 March 2008
Imaginary Playmate

Seorang ibu menyadari bahwa teman khayalan putri tirinya mungkin lebih nyata dari apa yang ia bayangkan


Setelah pindah ke rumah baru, Molly Driscoll (Cassandra Sawtell) sering berbicara seorang diri. Mulanya Suzzane (Dina Meyer), ibu tirinya hanya menganggap lelucon tentang Candace (Nicole Muñoz), bahwa Candace adalah teman imajinasi Molly yang tidak nyata. Tetapi setelah Molly menyuruh Suzzane mengembalikan barang yang ditemukannya di loteng yang ternyata guna-guna voodoo, Suzzane bersama Dr. Rob Connelly (Kurt Evans) mulai menyelidiki keanehan apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu.

Dora, seorang nenek yang mengaku punya kekuatan indra keenam (cenayang) memberikan Suzzane semacam kalung yang berliontin berbentuk oval yang berfungsi sebegai jimat. Ternyata Candace memang ada setelah Suzzane menemukan Molly berada di kuburan keluarga Brewer dan membaca catatan harian yang ditulis Candace hampir seratus tahun lalu.

Candance adalah gadis jahat, ia ingin membalikkan kejadian tragis yang dulu menimpanya kepada keluarga yang menempati bekas rumahnya dulu. Melalui tubuh Molly, Candace mencoba membunuh Michael Driscoll (Rick Ravanello), ayah kandung Molly. Menurut rumor, Candace bunuh diri dengan menggantung dirinya di pohon apel di belakang rumahnya sesaat setelah ibunya meninggal waktu melahirkan. Oleh karena itu ia dimakamkan tidak dikuburan bersama ayah dan ibunya melainkan di pemakaman khusus pendosa dan tidak didoakan. Mungkin itulah yang menyebabkan arwah Candace tidak tenang. Tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah bayi yang dilahirkan ibu Candace tidak meninggal, Candace menyelamatkannya dan meletakkan bayi itu di depan gereja. Ayah Candace yang mengetahuinya langsung murka dan membunuh Candace dengan menggantungnya di pohon apel.

Pada akhir cerita, ternyata bayi perempuan adik Candace tersebut masih hidup dan ia adalah Dora. Mungkin memang benar Dora bisa melihat hal-hal yang ghaib dan disangka gila karena Candace selalu berada di dekatnya. Keluarga Driscoll akhirnya pindah rumah. Bukan film horor namana kalo berending tidak 'nggantung'. Ada penghuni baru lagi yang menempati rumah itu, ada seorang anak kecil yang melihat ayunan di pohon apel di halaman belakang bergerak sendiri dan Dora memanggil-manggil kakaknya. Yahh... begitulah Candace, kasihan arwahnya tidak tenang dan selalu menuntut balas.

Pertama aku baca judul film ini, aku pikir ini adalah film buatannya Playboy. Hehehe... kan di playboy ada playmate. Kirain itu playmate imajinasinya Hef, hihi... ternyata film yang dirilis pada 2 December 2006 lumayan bagus juga. Sosok arwah Candace ditampakkan di bagian akhir. Film horor luar negri tidak seseram horor buatan Indonesia (dalam perwujudan setan/hantunya), jadi aku masih berani" dikit lah nontonnya.

Labels:

posted by Brillie 04:19   6 comments
 
6 Comments:
  • At 26 March 2008 20:48, Anonymous ashar said…

    ini film lama, ya?

     
  • At 26 March 2008 21:02, Blogger Brillie said…

    Ya.. nggak lama" amat sich. Tahun 2006 dirilisnya. Settingnya juga bukan film tahun Seribu delapan ratusan (bukan jaman revolusi industri ;p). Masih cerita ttg tahun 2000-an.

     
  • At 26 March 2008 22:45, Blogger ijal said…

    film indo yg sekarang tapi ga serem ni mb..


    sereman jaman suzanna dulu..

     
  • At 26 March 2008 22:47, Blogger Hans said…

    Melalui tubuh Molly, Candace mencoba membunuh Michael Driscoll (Cassandra Sawtell), ayah kandung Molly.

    Kok ayah dan anak yang memerankan sama?

    Hehehe, just curious... met kenal ya...

     
  • At 27 March 2008 01:13, Blogger Brillie said…

    Iya iya... salah ketik. Hehehe... sorry, akan segera saya perbaiki.

    Yup, bener banget. Suzanna tuh sampe sekarang nggak tergantikan.

     
  • At 03 August 2008 14:53, Anonymous Anonymous said…

    wah, barusan aja aku nonton film ini. yah lumayan lah buat ukuran horornya amerika.....

     

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Accepted
Apa jadinya bila sekelompok remaja lulusan SMA kehabisan akal karena tidak diterima di universitas manapun? Ide kreatif mereka akan muncul! Ya, Bartleby "B" Gaines (Justin Long) dengan sahabatnya sejak TK sekaligus partnernya dalam melakukan kriminal, Sherman Schrader (Jonah Hill) mempunyai ide gila untuk membuat sebuah universitas palsu untuk membuat bangga orang tuanya agar terkesan B diterima di universitas tersebut. Dengan dibantu teman-teman barunya yang juga tidak diterima di universitas yang telah mereka daftar, Glen (Adam Herschman); Rory Thayer (Maria Thayer) dan Hands Holloway (Columbus Short), mereka merombak rumah sakit jiwa yang berada tidak jauh dengan Harmon University dan telah lama ditinggalkan, menjadi sebuah college bernama South Harmon Institute of Technology (SHIT).

Agar terkesan bahwa itu adalah college sungguhan, Sherman membuat situs resmi South Harmon yang "clickable", maksudnya dengan hanya mengklik tombol di website itu, siapa pun yang ingin kuliah di South Harmon langsung diterima. Tidak hanya itu, agar terkesan lebih meyakinkan mereka mencari Dekan gadungan yang tidak lain adalah pamannya Sherman (adik ibunya Sherman), yaitu Ben Lewis (Lewis Black). Sungguh pekerjaan yang lumayan berat, mereka membersihkan dan mendekor ulang rumah sakit tersebut sehingga layak menjadi college. Selain itu untuk meyakinkan orang tua "B", Rory menyewa beberapa orang untuk lalu lalang di sekitar kampus layaknya mahasiswa.

Masalah tidak berhenti sampai situ, website SHIT membuahkan suatu petaka. "B" memang menyuruh Sherman membuat webiste dengan tagline "Acceptance is just a Click away!" tetapi bukan berarti tombol itu benar-benar berfungsi. Selanjutnya bisa ditebak sendiri, ratusan calon mahasiswa datang berbondong-bondong ke kampus gadungan tersebut, orang tua mereka juga telah membayar biaya kuliah anak-anaknya lunas. Fiuhh... jumlahnya lumayan juga, few million dolars! Mulanya "B" berniat menjelaskan kepada calon mahasiswa itu bahwa kampus SHIT sebenarnya palsu. Tetapi setelah mengetahui pengakuan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang diterima di universitas yang mereka daftar selain di SHIT, "B" menjadi tersentuh karena nasib mereka sama dengan dirinya. Mereka bukan pecundang hanya gara" tidak diterima di universitas favorit, SHIT menerima kelebihan dan kekurangan mereka. Akhirnya dengan uang tersebut, "B" memperbaiki dan menambah fasilitas untuk kampusnya.

Yang unik dari kampus SHIT adalah, mahasiswa akan belajar apa yang mereka inginkan. Bukan dari pihak kampus yang menentukan program studi dan kurikulumnya. KEREN!! Andaikan ada kampus seperti itu di dunia itu, pasti akan kacau sekaligus asyik! ^_^ Ada yang ingin belajar tentang masak-memasak, musik, meditasi, seni, politik, bisnis bahkan ada yang ingin belajar meledakkan benda dengan pikirannya.

Mulanya kampus mereka asyik dan tanpa gangguan, tapi semua jadi kacau ketika pihak dari Harmon University datang dengan orang tua dari anak-anak mereka yang kuliah di SHIT. Semuanya terbongkar, bahwa kampus itu adalah kampus palsu. Disini "B" dituntut menjadi dewasa dan bertanggung jawab. Jalan satu"nya dalah dengan membuat kampus gadungan itu menjadi legal dan terakreditasi.

Film ini benar-benar asyik, lucu dan seru dech. Pasti hampir semua remaja setuju dan memimpikan kuliah di South Harmon. Kalo aku bisa kuliah di sana, aku ingin mengambil jurusan masak membuat desert yang super lezat! Hmm... yummy! Aku aja yang berkali-kali menonton film ini jadi kepingin, habis gitu langsung dech kepikiran buat main The Sims 2 University. Hehehe...

Labels:

posted by Brillie 04:14   0 comments
 
0 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


The Pacifier
Seorang letnan US Navy SEAL menjadi baby sitter? NO WAY!!! But it's way jika terjadi dalam film. Setelah tidak berhasil menyelamatkan Howard Plummer (Tate Donovan) - seorang profesor yang bekerja untuk pemerintah, Letnan Shane Wolfe (Vin Diesel) ditugaskan untuk menjaga anak-anak keluarga Plummer selama ibu mereka- Julie Plummer (Faith Ford) -pergi ke Switzerland bersama Capt. Bill Fawcett (Chris Potter) untuk mengambil senjata paling rahasia untuk pemerintah. Selain bertugas menjaga anak-anak, Shane juga bertugas mencari tahu dimana GHOST (nama program rahasia yang diciptakan prof. Plummer) disembunyikan.

Pada awal kedatangan Shane, tentu saja dia tidak disukai oleh anak-anak keluarga Plummer (Zoe, Seth, Lulu, Peter, dan Tyler Plummer). Keadaan rumah kacau, terlebih lagi ketika pengasuh keluarga Plummer, Helga (Carol Kane) pergi karena tidak tahan dengan kelakuan anak-anak yang nakal. Tapi bukan Shane Wolfe tentunya yang sudah berpengalaman memimpin pasukan di berbagai perang jika tidak bisa mengatasi pasukan kecilnya yang teridiri dari Merah 1, Merah 2, Merah 3, Merah 4 dan Bayi Merah.

Shane akhirnya mengajari Zoe (Brittany Snow) belajar menyetir mobil, karena sudah berulang kali Zoe selalu menabrak dan merusak mobil sekolah (asyik banget yach ada sekolah yang mempunyai mata pelajaran atau extra kulikuler menyetir mobil, gw mau...). Lalu shane mengajari Lulu (Morgan York) teknik berkelahi agar dapat melawan apabila kelompok pramuka anak laki-laki mengganggu Lulu dan kelompok pramuka (Firefly) berjualan kue di depan sebuah supermarket. Shane juga menjadi sutradara dari drama musikal The Sound of Music yang diikuti oleh Seth (Max Thieriot). Shane terpesona dengan drama musikal itu (so am I, sudah berkali-kali aku nonton film jadul jaman ayahku ABG dulu tapi tetap nggak pernah bosan). Terakhir berkat menyanyikan lagu Peter Panda kepada Peter (Kegan Hoover and Logan Hoover) sebelum tidur, akhirnya dia mengetahui bahwa itulah kunci untuk mendapatkan GHOST.

Ternyata GHOST berada di bawah tanah di dalam garasi rumah keluarga Plummer, dan untuk bisa meraihnya harus hafal lagu dan tarian peter panda. Dalang dari drama pencarian GHOST akhirnya ketahuan, Capt. Fawcett berniat menjual GHOST kepada Keluarga Chun (tetangga keluarga Plummer) yang ternyata adalah dua ninja yang menyerang keluarga Plummer pada malam setelah Zoe mengadakan pesta yang gagal. Korea Utara berani membayar mahal untuk program GHOST tersebut. Wah.. suatu pengkhianatan kepada negara dan juga sahabat, padahal Howard Plummer sampai rela kehilangan nyawanya karena takut benda ciptaannya itu jatuh kepada orang yang tidak tepat dan menyalahgunakannya.

Pertama kali baca judulnya aku pikir ini adalah film action, apalagi yang main adalah Vin Diesel. Secara, Vin adalah aktor spesialis film-film action dan menantang bahaya salah satunya XXX. Ternyata film ini bagus banget, lucu dan seru untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Duh.. habis nonton film ini jadi inget kak Denny Darmawan ^_^ Wah, aku semakin suka dan kagum padamu, Vin. KEREN! Seakan-akan film ini adalah sisi lain dari Vin. Di film ini juga ada adegan romantis antara Vin dan Principal Claire Fletcher (Lauren Graham) - kepala sekolah tempat anak-anak keluarga Plummer bersekolah. Tapi adegan romantisnya gak seromantis di film romance, yah namanya juga tentara jadi masih terlihat kaku dalam urusan asmara ;p

Labels:

posted by Brillie 04:12   0 comments
 
0 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


Stranger than Fiction
Pernahkah kamu bermimpi menjadi tokoh utama dalam sebuah novel? Tentunya kamu akan sangat berbangga hati jika hal itu terjadi. Tapi tidak pada Harold Crick (Will Ferrell),ia malah begitu sebal karena setiap hari mendengar seorang wanita berbicara menceritakan tentang dirinya. Harold menjadi tokoh utama dalam hidupnya sendiri, penciptanya adalah Karen Eiffel (Emma Thompson) seorang penulis novel berending tragis yang selalu menjadi best seller.

Awalnya hidup Harold biasa aja, serba teratur dan tepat waktu. Namun perubahan terjadi saat dia mendengar seseorang berbicara menceritakan kejadian yang baru saja dia lakukan. Karena berfikir dirinya gila, Harold memutuskan untuk pergi ke psikiater. Oleh psikiater, ia disarankan untuk mengambil cuti liburan. Karena menurut catatan pribadinya, selama 12 tahun bekerja Harold belum pernah pengambil jatah cuti. Harold juga disarankan untuk pergi ke ahli sastra untuk memastikan 'suara' yang selalu mengikutinya.

Akhirnya dia bertemu dengan Prof Jules Hilbert (Dustin Hoffman) dia adalah salah satu pengajar di universitas dan juga sebagai pengawas kolam renang fakultas. Diakhir perbincangannya dengan prof akhirnya dia mengetahui siapa wanita yang suaranya selalu mengikutinya beberapa hari terakhir. Dia adalah seorang penulis novel best seller yang sudah 10 tahun tidak mengeluarkan hasil karyanya. Tidak mudah menemukan penulis tersebut.

Cerita ini bagus, walau tidak ada adegan yang membuatku begidik atau menitikkan air mata. Orang lain akan bahagia jika menjadi tokoh utama sebuah novel, tapi kalau harus mati di akhir cerita? Aku rasa tidak ada yang mau. Bukan hanya dalam cerita, tapi juga pada kehidupan nyata. Jadi setiap tokoh yang diangkat Karen untuk novelnya, tokoh utama itu benar-benar ada dan kehidupannya juga nyata. Bayangkan berapa banyak karakter yang harus 'dibunuh' demi novelnya. Tapi jika tidak diakhiri, maka itu bukanlah maha karyanya. Diakhir cerita, Harold tidak jadi mati kok. Kalo mati, wah bukan ending yang bagus (untuk film ini ;p). Dia justru mendapatkan jodohnya Ana Pascal (Maggie Gyllenhaal).

Dari kisah itu aku jadi tau, bahwa hidup yang biasa-biasa saja dengan rutinitas yang selalu sama setiap harinya suatu saat pasti akan berubah manakala sebuah cinta datang dan mengubah semuanya. So, aku berharap suatu saat nanti hidupku yang bisa-biasa saja dan itu-itu saja, akan berubah menjadi lebih baik.

Jadi pilih mana? Mati dan jadi terkenal, atau hidupmu akan biasa" saja hingga kamu mati?

Labels:

posted by Brillie 04:09   0 comments
 
0 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

Home | Free Download Games | Cheap Advertise | Domain Get Paid


The Lake House
Versi asli film ini berasal dari korea. Kisah tentang Alex Wyler (Keanu Reeves) dan Kate Forster (Sandra Bullock) yang mengalami kisah cinta perbedaan waktu 2 tahun. Berawal di musim dingin tahun 2006, Kate yang seorang dokter baru saja akan meninggalkan rumah danaunya ketika Alex yang seorang arsitek akan menempati rumah tersebut. Mereka saling berkorespondensi melalui mailbox yang ada di depan rumah. Anehnya, mereka berada dalam perbedaan waktu. Dari situ kisah cinta keduanya tejalin. Ada banyak hal yang mereka berdua ketahui, sebenarnya mereka saling mengenal cuma lupa. Yang paling mengharukan adalah, sebenarnya pria yang meninggal di pangkuan Kate pada tgl 14 Februari (valentine's day) adalah Alex. Mengenaskan memang... Tetapi semua itu bisa berubah. Di akhir cerita, kate mengirimkan surat ke alex yang isinya agar dia menunggunya selama 2tahun dan jangan mencarinya pada tanggal 14 Februari. Dan.. bisa ditebak kan gimana endingnya. SO sweet... mereka akhirnya bersatu dan tidak ada lagi perbedaan waktu 2 tahun itu.

Labels:

posted by Brillie 00:06   0 comments
 
0 Comments:

Post a Comment

Thank you for reading my entry, don't forget to leave a message ^_^

<< Back to top

myprofile
Name: Brillie
Home: Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
About Me:
See my complete profile


Advertising

Roseate Marketing Tips





previouspost
Running Equipments and Gadget
Enjoy Luxurious Mallemort
Win $500 Cash And An iPod Nano RoseateMarketingTip...
Banner stands for trade shows
Let's get the payday loan for today
Easily Get Cash Advance Loan
Fingerprint Door Locks
Dog Care Buying Guide
Indo Contest giving away 1 Year WebHosting Account...
2009 Resolution with goalforit!


myarchives
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009


bloginfo
This blog is powered by Blogger.
Blog designed by TemplatePanic.

Analyst Sistem | Brillianty Diary | Brillie Luphobia | City Nite Life | Fake Money | Information Games | Mini Games | Movie Holic | Movie Review | Paid Review Collection | Riyan Charlie