 Film yang perdana yang dibintangi oleh band The Changcuters sangat menghibur dan cocok untuk melepas stres. Film ini dibuat di Bandung, menceritakan tentang murid SMA dan gang motor yang marak di kota kembang tersebut. Pesan yang ingin disampaikan oleh Tria dan kawan-kawan adalah bahwa gang motor yang selama ini identik dengan kebrutalan dan kekerasan tidak selamanya begitu, ada juga gank motor yang baik hati. Ceritanya Caca Sutarya alias Cacing (Tria Changcut, vokalis The Changcuters) ingin menjadi anggota The Roal Devil, gang motor yang paling hebat lah menurut Cacing. Tetapi setiap mengikuti ujian masuk geng itu, dia selalu gagal. Sampai akhirnya Cacing mengajak teman-temannya untuk membentuk geng motor sendiri bernama The Tarix Jabrix. Teman-teman Cacing antara lain: Dadang Modip (Erik Changchut, Drumer Changcuters) seorang yang jago modifikasi motor, Coki dan Ciko (Qibil Changcut dan Alda Changcut, Guitar The Changcutters) si kembar tidak identik merasa mirip satu sama lain, serta Mulder (Dipa Changcut, Bassist The Changcutters) tokoh pemberontak pembela teman. Cerita lalu berlanjut ke masalah taksir-menaksir dan gebet menggebet. Anggota The Tarix Jabrik, kecuali Cacing menyukai Mayang (Francine Roosenda), cewek yang magang di bengkelnya Dadang. Sedangkan Cacing sendiri kepada Callista (Carrisa Puteri), tetapi sayang Callista sudah punya cowok. Cowoknya Callista adalah anggota geng motor Smokers yang dicurigai ada anggotanya yang terlibat dengan barang haram narkoba. Nah, di sini Cacing dan kawan-kawan berusaha mengungkap semuanya sambil tentu saja mendapatkan hati Callista (padahal sebenarnya Callista juga suka sama Cacing).
Bagi teman-teman yang sudah pernah menonton The Tarix Jabrix, bagaimana perasaannya? Puas atau malah biasa-biasa saja? Labels: Comedy, Indonesian Film, Sinopsis Film |
saya belum nonton :( abis enggak ada waktu
sekarang kayakx sudah di teater 4
kayakx musti cepat2 nonton nih